Alasan Kenapa Chatting Dengan Orang Lain Lebih Menarik Daripada Pasangan Sendiri

Buat Info - Alasan Kenapa Chatting Dengan Orang Lain Lebih Menarik Daripada Pasangan Sendiri

Aktifitas chatting

tentunya sudah menjadi rutinitas kita setiap harinya. Dari masalah pekerjaan, pertemenan, sampai dengan percintaan dilakukan dengan cara ini. Jarak yang jauh dan intensitas pertemuan yang kurang, bisa menjadi pemicu keinginan untuk melakukan aktifitas chatting tersebut. Namun akan sangat disayangkan jika aktifitas ini dilakukan untuk keperluan yang menyimpang seperti misalnya chatting dengan selain pasangan sendiri. Kebanyakan dan mungkin semua orang merasakan bahwa chatting dengan orang lain akan lebih menarik daripada dengan pasangan sendiri. Apalagi hasrat terhadap pasangan semakin berkurang. Sehingga tidak jarang perilaku menyimpang seperti perselingkuhan banyak terjadi melalui akifitas chatting.


Ketertarikan interpersonal terhadap orang lain selain pasangan akan lebih mendominasi ketertarikan untuk chat dengan orang lain daripada dengan pasangan sendiri. Meskipun keduanya memiliki perbandingan yang cukup seimbang. Semisal, pasangan memiliki cukup modal (materi) dan model (penampilan) begitu juga sabaliknya. Dimana orang lain memiliki kemiripan yang sama dengan pasangan kita baik dari segi modal dan model. Meskipun demikian, tentu orang lainlah yang lebih menarik untuk diajak chattingan. Dan terkadang terasa sulit untuk menahan keinginan untuk chat dengan orang lain pada saat ketertarikan interpersonal itu muncul. Lantas apa yang menjadi alasan dasar kenapa chatting dengan orang lain lebih menarik daripada dengan pasangan sendiri?. Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas alasan-alasan tersebut dari sudut pandang Psikologi.


1. Mengalami fase jenuh atau bosan terhadap pasangan

Intensitas pertemuan yang cukup tinggi cenderung memberikan penilain yang negatif terhadap pasangan kita. Karena dengan pertemuan yang intens dapat memberikan pengalaman-pengalaman baik yang bersifat positif atau pun negatif. Dan pengalaman negatif yang diperoleh dapat menjadi stimulus munculnya perasaan tidak nyaman atau bosan terhadap pasangan kita. Jika sudah demikian, ketertarikan untuk mengenal orang baru akan muncul.


2. Tingkat penasaran yang tinggi terhadap orang lain

Ketidak tahuan sepenuhnya terhadap diri seseorang yang baru dikenal, memiliki tendensi ketertarikan yang cukup tinggi terhadap pribadi orang lain. Tingkat penasaran terhadap orang lain sedikit banyak memicu munculnya ketertarikan melakukan aktifitas chatting dengan orang lain daripada dengan pasangan sendiri. Karena kaingin tahuan terhadap seseorang menjadi pendorong diri untuk menyapa orang lain lewat medsos atau media chatting lainnya.


3. Merasa memiliki kesamaan dengan orang lain

Keakraban dengan orang lain bisa terjadi hanya karena merasa memiliki kesamaan baik sikap, minat, dan nilai meskipun orang tersebut baru kita kenal. Sehingga tidak jarang kita mengalami perasaan nyaman atau senang terhadap orang yang baru kita kenal justru pada saat mengetahui orang tersebut memiliki kesamaan dengan diri kita. Dan hal ini dapat menjadi dasar untuk melakukan chat dengan orang lain daripada dengan pasangan sendiri.


4. Menilai orang lain lebih baik dari pasangan

Dalam salah satu teori Psikologi menyebutkan bahwa perilaku yang muncul merupakan hasil dari proses berfikir manusia. Persepsi positif dari hasil kognitif dengan menilai orang lain lebih mampu meberikan apa yang dibutuhkan akan memperkuat perasaan suka terhadap orang tersebut daripada pasangan sendiri. Teori ini dikenal dengan istilah Social Exchange Theory, dimana menitik beratkan perasaan seseorang pada suatu hubungan tergantung dari hasil persepsi positif yand dirasakan.


Dari pemaparan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa alasan kenapa chatting dengan orang lain lebih menarik daripada dengan pasangan sendiri adalah didasari atas penilaian positif terhadap orang lain. Sehingga apapun yang berhubungan dengan orang tersebut akan terasa menyenangkan, meskipun hal itu pernah juga kita lakukan dengan pasangan sendiri. Persepsi positif akan mengaburkan hal-hal yang jelek pada diri orang lain. Dan disadari atau tidak, persepsi positif itu pun dulu juga pernah kita rasakan pada diri pasangan kita. Sekarang tinggal kitanya saja, mau atau tidak call back persepsi positif tersebut untuk pasangan kita.

1 komentar