Kamagasaki, Sisi Lain dari Negara Jepang

Buat Info - Kamagasaki, Sisi Lain dari Negara Jepang

Buatinfo.com - Jepang merupakan salah satu negara yang ada di kepulauan Asia Timur, yang secara geografis berdekatan dengan Korea, Tiongkok, dan Rusia. Jepang sendiri dikenal sebagai negara yang maju secara tekhnologi, dan ekonomi dengan pendapatan produk domestik bruto berada pada peringkat nomer dua di dunia. Selain itu, Jepang juga masuk dalam daftar negara yang berhasil dalam menjalankan program pembangunan manusia. Keberhasilan Jepang dalam menjalankan program tersebut bisa dilihat dari standar hidup orang-orang disana yang cukup tinggi, baik secara kualitas atau pun kuantitas.


Tingginya standard hidup orang-orang disana dengan perekonomian yang merata, sedikit banyak membentuk mindset hidup sehat dan bersih. Sehingga menjaga kebersihan bagi orang Jepang sudah menjadi habit yang tidak bisa ditinggalkan. Kebiasaan menjaga kebersihan pun tidak hanya mereka implementasikan di negeri mereka saja, yaitu Jepang. Melainkan setiap melancong ke luar Negeri, termasuk ke Indonesia, mereka juga tetap menjaga kebersihan lingkungan. Maka tidak heran jika Jepang menyandang negara terbersih di dunia.


Namun seperti yang kita ketahui bersama bahwa tidak ada kesempurnaan yang benar-benar sempurna di bumi ini. Meski Jepang menyandang negara paling bersih di dunia, dengan tingkat kesadaran warganya akan kebersihan yang terbilang cukup tinggi. Ternyata Jepang juga memiliki sisi lain yang cukup menarik untuk kita bahas disini. Sisi lain dari negara Jepang adalah sebuah kota di kawasan Osaka yang dikenal dengan nama Kamagasaki. Kota ini mungkin cukup asing bagi kita, mengingat memang kota ini sengaja di hapus dari peta karena kondisi Kagamasaki yang berbanding terbalik dengan negara yang dikenal sabagai negara terbersih dengan tingkat perekonomian yang merata di dunia.
Buat Info - Kamagasaki, Sisi Lain dari Negara Jepang
                                                                       [sumber foto]
                                                                     
Kamagasaki menjadi potrem buram negara Jepang, mengingat kondisinya yang begitu kumuh dengan penduduk kurang lebih sekitar 30 ribu orang, yang mayoritas merupakan pengangguran dan buruh kasar. Bukan itu saja, kamagasaki juga dikenal sebagai tempat pelarian orang-orang yang bermasalah dengan hukum yang memilih untuk tinggal dan menetap disana. Jadi tidak heran jika tingkat kriminalitas disana cukup tinggi. Sehingga pemerintah Jepang tidak menganjurkan para pelancong dari luar negeri menginjakkan kaki disana. Namun demikian, meskipun Kamagasaki dikenal sabagai tempat kumuh dengan tingkat kriminalitasnya yang tinggi, ada pula anggapan bahwa penduduk kota tersebut memiliki sikap yang ramah dengan tingkat pendidikan yang hampir setara dengan penduduk daerah lain di Jepang.


Kota Kamagasaki dulunya dikenal dengan nama Airin-Chiku yang merupakan tempat pengerjaan proyek Shinsekai. Yang mana setelah proyek selesai para buruh enggan meninggalkan kota tersebut dan memilih untuk menetap di Kamagasaki sampai saat ini. Pasca perang Jepang, kota ini mengalami keterpurukan yang cukup signifikan, baik dari segi perekonomian, kesehatan, dll. Maka tidak heran jika penduduk disana tidak semuanya memiliki tempat tinggal sehingga untuk beristirahat pun mereka harus mencari Gedung-gedung tak terpakai atau tempat-tempat yang mereka anggap nyaman untuk beristirahat.
Buat Info - Kamagasaki, Sisi Lain dari Negara Jepang
                                                                       [sumber foto]

Itu lah Kamagasaki kota yang menjadi sisi lain dari negara Jepang. Negara yang dikenal dengan kamajuan tekhnologi dan standar hidup warganya yang tinggi, ternyata memiliki sisi lain yang berbanding terbalik. Dan mungkin kondisi seperti ini bukan hanya ada di negara Jepang saja. Melainkan di semua negara tentunya memiliki sisi lain yang kondisinya hampir sama dengan Jepang. Dimana taraf kesejahteraan hidup sebagian warganya, menjadi PR yang harus segera diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi tempat dan penduduk yang merasa dan dirasa termaljinalkan.

2 komentar