Rokok Sebagai Pemicu Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Buat Info - Rokok Sebagai Pemicu Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa rokok mengandung lebih empat ribu racun pada setiap asap rokok yang dihirup oleh tubuh dan dapat menimbulkan beberapa penyakit mematikan seperti Emfisima dan Brokitis Akut, yang mana prosentase paparannya sebanyak 20%, Penyakit Jantung 21%, Kanker Ovarium 6%, Kanker Prostat 9%, Penyakit Stroke 18%, Kanker Paru 31%, dan Kanker Payu Dara sebanyak 15% (sumber: Quit Victoria). Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan, diketahui bahwa angka kematian per tahun akibat penyakit yang dipicu oleh rokok mencapai 239 ribu. Jadi bisa diperkirakan kurang lebih 26 orang meninggal setiap jamnya karena kandungan racun yang ada pada asap rokok (sumber: Kemenkes, 2012).


Butuh waktu hingga 20 tahun bagi perokok aktif maupun pasif untuk mulai merasakan penyakit yang disebabkan oleh rokok yang mereka hirup. Asap rokok yang dihirup oleh perokok aktif maupun pasif akan membentuk plak pada lapisan dinding pembuluh darah, sehingga akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang dikenal dengan istilah aterosklorosis yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Selain itu, rokok juga dapat memicu Penyakit Paru Abstruktif Kronik atau yang biasa dikenal dengan istilah PPOK, yang mana prosentase paparannya sampai 70%. Menurut kepala klinik berhenti merokok RS Persahabatan, “orang yang terkena penyakit paru Obstruktif kronik (PPOK) masih bisa hidup namun kulitas hidupnya akan menurun secara drastis”. Artinya, bagi penderita PPOK akan lebih sering mengalami sakit, lemas tanpa semangat. Penyakit paru kronik ditandai dengan adanya hambatan pada aliran udara dan bersifat progresif nonreversible yang penyakit akan terus berkembang dan tidak dapat sembuh.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik


Gejala yang dialami oleh penderita penyakit paru Obstruktif kronik biasanya seperti asma dan akan muncul pada usia tua. Jadi penyakit ini bersifat jangka panjang, dan dapat terdeteksi jika paru-paru sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Adapun gejala lain dari penyakit ini adalah:

1. Batuk berdahak yang cukup lama

2. Nafas tersengal-sengal pada saat beraktifitas fisik

3. Berat badan mengalami penurunan

4. Sesak nafas yang diiringi dengan bunyi (mengi)

5. Tubuh terasa lemas

6. Mengalami pembekakan pada kaki, dan

7. Yang paling parah adalah bibir dan kuku mengalami perubahan menjadi biru.

Faktor Pemicu Penyakit Paru Obstruktif Kronik


Memang terdapat beberapa faktor yang dapat memicu penyakit ini mucul, seperti faktor keturunan, faktor usia, faktor polusi udara dari kendaraan bermotor atau debu. Namun faktor yang lebih dominan dalam memicu penyakit ini muncul adalah rokok. Diketahui bahwa rokok sebagai pemicu penyakit paru obstruktif kronik karena diperkirakan kurang lebih 20 sampai 30 persen penderita PPOK adalah perokok aktif. Maka tidak heran jika adalah istilah rokok akan membunuhmu secara perlahan, karena memang PPOK hanya akan muncul di usia tua pada saat paru-paru sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan.


Oleh karena itu, jika kita sayang dengan diri dan keluarga, sebaiknya berhentilah dari aktifitas merokok atau setidaknya mengurangi intensitas merokok demi keberlangsungan hidup kita dan keluarga. Dengan berhenti atau mengurangi aktifitas merokok, kita sudah berperan aktif dalam mencegah munculnya penyakit paru obstruktif kronik, dan pastinya juga mengurangi jumlah kematian setiap jamnya akibat racun yang terkandung dalam setiap asap rokok yang kita atau orang lain hirup. Demikianlah informasi mengenai rokok sebagai pemicu penyakit paru obstruktif kronik. Semoga informasi ini dapat memberikan pemahaman bagi kita untuk tetap menjaga kesehatan sedini mungkin, agar di masa tua nanti kita dapat menikmati hidup tanpa merasakan sakit akibat dari rokok. Setidaknya berikhtiar dan terus berusaha untuk hidup sehat itu lebih baik.

0 komentar