4 Jenis Jajanan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Anak-anak di Usia Balita

Buatinfo.com - Jajanan atau makanan ringan kerap kali menjadi pilihan menu menarik bagi semua orang sebagai teman di waktu senggang. Tidak terkecuali, dari yang tua sampai anak-anak di usia balita suka sekali mengkonsumsi makanan ringan olahan pabrik ini. Selain karena tampilan kemasannya yang cukup menarik, rasa dan bentuknya juga sangat disukai oleh anak-anak. Namun apakah kita tahu bahwa dibalik kemasan menarik dan rasa yang sangat disukai tersebut mengandung bahan kimia yang cukup berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak oleh anak-anak di usia balita.

Buat Info - 4 Jenis Jajanan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Anak-anak di Usia Balita


Meskipun memiliki dampak buruk yang dapat mengancam kesehatan. Ternyata masih banyak para orang tua yang dengan tenang memberikan beberapa jenis jajanan kepada anak-anak balita mereka. Mungkin hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kasih sayang atau mungkin juga sebagai cara praktis dalam menenangkan anak dari rewelnya. Dan mungkin juga orang tua belum mengetahui bahaya yang dapat mengancam pertumbuhan anak balita mereka.

Jenis Jajanan yang Tidak Boleh Dikomsumsi Anak Balita

Dalam masa pertumbuhan, kebutuhan nutrisi anak-anak di usia balita harus tercukupi. Hal ini diupayakan agar pertumbuhannya tidak mengalami hambatan. Pasalnya, mengkonsumsi jajanan atau makanan ringan dalam jumlah yang banyak, cukup signifikan pengaruhnya dalam mengurangi minat anak-anak untuk makan nasi dan kebutuhan gizi lainnya. Selain itu, ancaman resiko kesehatan pun juga akan menghantui dalam setiap proses pertumbuhannya. Mengingat metabolisme tubuh anak-anak di usia balita belum bisa menetralisir kandungan bahan kimia yang ada pada jajanan olahan pabrik tersebut. Oleh karena itu, buatinfo.com kali akan memberikan informasi 4 jenis jajanan yang tidak boleh dikonsumsi anak-anak di usia balita. Dimana 4 jajanan tersebut diantaranya adalah :

1. Wafer
Jajanan yang satu ini sangat digemari oleh banyak kalangan, khususnya anak-anak di usia balita karena renyahnya wafer dan rasa manis yang dominan. Namun perlu kita ketahui bahwa rasa manis yang ada pada wafer tidak menutup kemungkinan terbuat dari pemanis buatan yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak dalam jumlah yang banyak. Karena organ tubuh anak-anak di usia balita belum cukup bisa menetralkan efek pemanis buatan yang ada pada wafer itu sendiri.

2. Sirup
Sama halnya dengan wafer, sirup juga memiliki rasa manis yang dominan. Selain itu warna dan wanginya cukup menarik untuk dikonsumsi. Makanya tidak jarang kita menemukan jenis minuman yang satu ini di setiap rumah-rumah khususnya pada waktu acara besar seperti pernikahan, hari raya, dan acara-acara besar lainnya. Namun sebelum kita memutuskan untuk mengkonsumsi atau memberikan minuman tersebut kepada anak di usia balita. Sebaiknya terlebih dahulu mengetahui kandungan yang ada pada sirup itu sendiri. Sirup tidak hanya mengandung pemanis buatan, melainkan juga terdapat kandungan pewarna dan pengawet yang notabene tidak baik bagi kesehatan apalagi jika dikonsumsi oleh anak-anak di usia balita. Balita yang terbiasa mengkonsumsi sirup dengan kandungan gula yang cukup tinggi rentan sekali terkena resiko obesitas yang notabene tidak baik bagi pertumbuhan si balita.

3. Kacang atom
Kacang atom juga selalu menjadi pilihan menu makanan ringan sebagai teman diwaktu senggang. Namun perlu kita ketahui bahwa kacang atom juga mengandung pemanis buatan dan zat fenilalanin yang umumnya digunakan sebagai perasa pada makanan. Jika kedua bahan ini dikonsumsi terus-menerus oleh anak-anak di usia balita, maka bisa berdampak buruk bagi kesehatan bahkan memicu resiko kematian.

4. Minuman kemasan
Perlu kita ketahui bahwa, minuman kemesan yang banyak dijual di pasaran ternyata dapat memicu beberapa penyakit seperti radang tenggorokan dan batuk. Selain itu, minuman kemasan juga menjadi salah satu penyumbang resiko obesitas dan penyakit diabetes. Jadi, penting sekali bagi orang tua untuk tidak memberikan minuman kemasan untuk menghindari resiko penyakit tersebut pada anak-anak di usia balita.

Pada dasarnya memang tidak mudah menjauhkan anak-anak balita dari jajanan atau makanan ringan. Apalagi jika dihadapkan pada kondisi dimana anak sedang rewel-rewelnya. Rasa iba dan kasihan tentu sedikit banyak mengalihkan kehawatiran kita akan dampak bahaya dari jajanan tersebut. Namun sabagai upaya antisipatif orang tua terhadap kesehatan anak balitanya, sepatutnya sebagai orang tua harus lebih selektif lagi dalam memberikan jajanan atau makanan ringan kepada anak-anaknya.

Demikianlah informasi mengenai 4 jenis jajanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak di usia balita. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi orang tua sebagai dasar dalam melakukan tindakan antisipatif dalam upaya menjaga kesehatan anak-anak di usia balita.

2 komentar