Bahaya Gadget Terhadap Perkembangan Mental dan Fisik Anak

Buat Info - Bahaya Gadget Terhadap Perkembangan Mental dan Fisik Anak

Buatinfo.com - Laju perkembangan zaman semakin mempercepat kemajuan teknologi akhir-akhir ini. Pun kebergunaannya, terutama gawai atau gadget samakin meluas cakupannya.  Dimana konsumen dari produk teknologi yang satu ini bukan lagi orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Hal tersebut terbukti dengan tidak sedikitnya kita menemukan beberapa anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), terlihat piawai dalam memfungsikan gawai atau smartphone yang mereka miliki. Bahkan tidak jarang juga mereka lebih tertarik untuk menghabiskan waktunya dengan bermain gadget daripada bermain dengan lingkungan sosialnya.

Gadget merupakan salah satu produk tekhnologi yang memiliki efek candu bagi penggunanya. Kemudahan dan kecanggihan applikasi yang ada pada gadget mampu menstimulasi ketertarikan seseorang untuk terus menggunakan smartphone tersebut. Makanya tidak heran jika banyak anak-anak yang lebih tertarik bermain gadget dari pada main diluar menghabiskan waktu dengan teman sebayanya. Sama halnya dengan bahaya efek candu lainnya. Pun demikian dengan efek candu pada gadget, tentu juga memiliki bahaya yang dapat mengancam perkembangan mental dan fisik anak. Pada kesempatan kali ini, buatinfo.com akan memberikan informasi mengenai beberapa bahaya gadget terhadap perkembangan mental dan fisik anak.

Intensitas penggunaan gadget pada anak secara terus menerus, tentunya akan berdampak buruk bagi kesehatan anak itu sendiri, baik dari segi perkembangan mental maupun fisiknya.

Perkembangan Mental

Anak-anak yang mengalami masalah pada perkembangan mentalnya akibat dari kecanduan gadget bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

1. Lebih emosional atau gampang marah
Kecenderungannya, anak yang sudah mengalami kecanduan gadget akan lebih agresif dalam menyikapi segala sesuatu. Contoh misal, jika dilarang untuk bermain gadget oleh orang tuanya, walau pun hanya sekian menit dilarang beraktivitas tanpa gadget, mereka akan marah bahkan membanting barang-barang yang ada didekatnya. Dan yang demikian akan terus terulang sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang temperamental.

2. Menjadi anti sosial
Seperti yang disampaikan di atas bahwa anak yang kecanduan gadget akan lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berlama-lama main gadget dari pada keluar rumah untuk bermain dengan teman sebayanya. Jika kebiasaan ini terus berlansung maka tidak menutup kemungkinan kedepannya anak tersebut akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya baik dengan teman sebaya atau pun dengan keluarga. Serta anak akan tumbuh menjadi sosok yang anti sosial.

3. Lebih mudah mengalami depresi
Anak yang banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah dengan hanya bermain gadget akan merasa kesepian dalam jangka waktu panjang. Dan jika hal ini terus dibiarkan, anak akan lebih mudah mengalami depresi dan mengalami gangguan kecemasan yang dapat meningkatkan resiko ADHD dan autisme. Maka dari itu, penting bagi anak-anak untuk melakukan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

4. Sulit berkonsentrasi
Ciri lainnya dari anak yang mengalami kecanduan gadget adalah sering mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi pada saat belajar. Karena bagi mereka yang kecanduan gadget, applikasi seperti game online, dll lebih menarik perhatian mereka daripada materi sekolah. Jika sudah demikian, maka nilai akademisnya akan turun secara drastis.


Perkembangan Fisik

Selain berdampak pada perkembangan mental, bahaya gadget juga berdampak pada perkembangan fisik anak, sebagaimana ciri-ciri seperti berikut:

1. Miopia atau mata lelah
Intensitas menatap layar smartphone justru akan berdampak pada kerusakan mata anak. Anak yang sering menggunakan gadget atau smartphone akan mengalami miopia atau mata lelah. Jika hal ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami kebutaan secara permanent.

2. Obesitas
Pasalnya, pada saat anak bermain gadget, aktivitas tubuh mereka berkurang. Karena mayoritas pengguna gadget hanya menggunakan mata dan jari pada saat mengfungsikan produk tekhnologi ini. Sehingga badan yang kurang gerak bisa meningkatkan resiko obesitas.

3. Sakit pada bagian tubuh tertentu
Disadari atau tidak, pada saat menggunakan gadget posisi leher anak akan menekuk ke bawah untuk melihat layer smartphone yang mereka mainkan. Dan ini biasanya bertahan dalam waktu yang cukup lama. Jika ini dibiarkan, anak akan mengalami sakit pada bagian tubuh tertentu seperti leher dan bahu.

4. Resiko serangan jantung dan diabetes
Keasyikan pada waktu bermain gadget membuat anak-anak bisa lupa waktu. Sehingga anak-anak sering mengalami gangguan pada kualitas tidurnya. Jika gangguan ini dibiarkan terus menerus, tentunya dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan diabetes di usia lanjutnya.

Kebiasaan anak dalam menggunakan gadget atau smartphone ini tidak terlepas dari peran orang tua. Karena tidak jarang kita melihat dimana sebagian orang tua lebih memilih memberikan gadget dalam upaya menenangkan anak-anak mereka. Dan yang seperti ini biasanya lebih banyak dilakukan oleh orang tua yang hidupnya di perkotaan dengan kesibukan kerja yang padat. Mungkin cara tersebut sedikit ampuh untuk menenangkan anak, namun dampak jangka panjangnya sangat membahayakan terhadap perkembangan mental dan fisik anak itu sendiri.


Jadi kita sebagai orang seharusnya lebih bijak dalam memberikan perhatian kepada anak. Jangan sampai perhatian yang kita berikan kepada anak-anak kita, justru dapat membahayakan terhadap tumbuh kembang anak. Sehingga mulai dari sekarang, perlu rasanya bagi kita untuk membatasi penggunaan gadget kepada anak-anak kita, dan ganti waktu penggunaan gadget dengan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti membangun intensitas komunikasi antar anggota keluarga, melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, dan membangun minat anak untuk lebih banyak membaca buku dari pada bermain gadget.

4 komentar