Kenali Macam-macam Gangguan Jiwa Ringan Akibat Media Sosial

Buatinfo.com - Media sosial merupakan wadah interaksi secara virtual yang banyak diminati oleh kebanyakan orang. Tidak terkecuali, dari yang muda sampai yang tua pun beramai-ramai menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi mereka sehari-hari. Ditambah pula dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat di era seperti saat ini. Turut berkontribusi dalam menarik minat semua orang untuk melakukan interaksi melalui media sosial atau yang dikenal dengan istilah dunia maya.

Buat Info - Kenali Macam-macam Gangguan Jiwa Ringan Akibat Media Sosial


Banyak platform media sosial yang tersebar di internet, dan tentunya sangat mudah untuk digunakan. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, blog, dan lain sebagainya. Dari platform-platform tersebut, seseorang tidak hanya diberikan kemudahan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Melainkan juga bisa bertukar informasi yang bersifat visual seperti gambar atau pun video.

Namun di balik kemudahan dalam berinteraksi melalui media sosial tersebut. Terdapat pula dampak buruk yang dapat memicu terjadinya gangguan jiwa ringan bagi pengguna media sosial itu sendiri. Dimana gangguan ringan akibat media sosial yang dimaksud akan kita bahas pada artikel kali ini.


Macam-macam Gangguan Jiwa Ringan Akibat Media Sosial

1. Narcissistic Personality Disorder (NPD)

Seperti yang kita ketahui bahwa pengguna media sosial lebih banyak atau lebih sering mengupload foto atau video tentang dirinya sendiri. Dimana hal tersebut dilakukan dalam upaya memberitahukan kepada pengguna media sosial lainnya bahwa dirinya menarik. Perilaku yang demikian sama dengan perilaku yang dimunculkan oleh penderita gangguan jiwa Narcissistic Personality Disorder (NPD) yang notabene memiliki ciri seperti mengagumi dirinya secara berlebihan, menganggap orang lain tidak lebih baik dari dirinya, dan ingin selalu menjadi sorotan banyak orang.

2. Social Climber

Perilaku lainnya yang sering dimunculkan oleh pengguna media sosial adalah pamer kekayaan. Jika kita buka media sosial seperti Facebook atau Instagram, maka tidak jarang kita melihat banyak sebagian dari penggunanya yang mengupload foto atau video yang bertendensi pamer kekayaan di platform media sosial tersebut. Seperti misal, upload foto di samping atau di dalam mobil, upload foto rumah mewah, atau perhiasan. Perilaku yang dimikian jika dilihat dari kaca mata psikologi disebut dengan social climber, yaitu ingin selalu tampil mewah guna menaikkan strata sosialnya di dunia maya.

3. Addiction

Media sosial dikenal sebagai produk zaman modern yang memiliki efek candu yang sangat kuat. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pengguna media sosial yang kesehariannya tidak bisa lepas dari media sosial tertentu. Biasanya, gangguan jiwa ringan yang satu ini banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa pun juga bisa terjangkit gangguan jiwa ringan yang satu ini.

4. Internet Asperger Syndrome

Jangan heran jika kita memiliki teman atau melihat orang lain yang sikapnya tidak sama antara di dunia maya dan dunia nyata. Karena kebanyakan dari pengguna media sosial yang mengidap gangguan jiwa ringan yang satu ini akan mudah berubah sikapnya antara di dunia nyata dan di dunia maya. Semisal contoh, di dunia maya postingan dan cara berinteraksinya sangat sopan. Namun di dunia nyata malah sebaliknya.


5. Voyeurism

Jika kita pernah mendengar istilah stalking di media sosial, tandanya kita sudah pernah mendengar gangguan jiwa ringan yang diakibatkan oleh media sosial. Voyeurism adalah gangguan jiwa ringan yang ditandai dengan kegemaran seseorang dalam mengintip orang lain. Begitu juga dengan istilah stalking yang digunakan untuk menyebut perilaku seseorang yang suka mengintip profile sosial media milik orang lain. Jadi, bagi anda yang gemar stalking sosial media milik orang lain. Berhati-hatilah karena kemungkinan besar anda mengidap gangguan jiwa ringan akibat sosial media.

6. Fear of Missing Out

Tak dapat dipungkiri memang, dimana gaya hidup seseorang khususnya pengguna media sosial sedikit banyak dipengaruhi oleh trend yang sedang berkembang di media sosial. Dari fashion, sikap, dan komunikasi mengikuti apa yang terlihat di media sosial. Dan yang demikian ini merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa ringan fear of missing out dimana seseorang tersebut selalu merasa ingin terus menerus mengikuti trend yang ada di media sosial.

7. Munchausen Syndrome

Gangguan jiwa ringan yang satu ini hampir sama dengan perilaku penderita gangguan Narcissistic Personality Disorder (NPD), yaitu ingin menjadi sorotan atau perhatian orang lain. Namun bedanya, perilaku penderita gangguan jiwa ringan munchausen syndrome lebih mengeksplore hal-hal yang tidak menyenangkan tentang dirinya agar orang lain prihatin. Seperti misal mengarang cerita sedih hidupnya di media sosial untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.


Pada dasarnya menggunakan media sosial sah-sah saja, bahkan banyak manfaat yang bisa kita ambil seperti diantaranya manambah jangkauan koneksi ke seluruh dunia dan menambah pembendaharaan informasi yang kita punya. Namun kembali lagi pada diri kita masing-masing. Jika kita bijak dalam menggunakan media sosial, maka kita dapat mengambil manfaatnya. Tapi jika kita kurang bijak dalam menggunakannya, maka tidak menutup kemungkinan gangguan jiwa ringan akibat media sosial seperti yang tersebut di atas bisa kita alami. So, demikianlah informasi mengenai macam-macam gangguan jiwa ringan akibat media sosial. Semoga artikel kali ini dapat memberikan tambahan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

2 komentar

  1. Oke sipzz and mantapp, terimakasih infonya gan

    ReplyDelete
  2. terima kembali gan... semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung ke blog buatinfo.com

    ReplyDelete