Membangun Usaha Konveksi Menggunakan Strategi Pemasaran Online dan Offline, Serta Analisis SWOT

Usaha konveksi

merupakan usaha yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Mengingat produk yang dihasilkan dari usaha ini berupa pakaian yang bersifat konsumtif dan selalu dibutuhkan oleh semua orang, baik anak-anak, remaja, atau pun orang tua. Jadi tidak heran jika terdapat puluhan atau bahkan ratusan pengusaha konveksi yang ada dalam satu wilayah/kota di Indonesia. Selain itu, pangsa pasar untuk produk dari usaha yang satu ini cukup tinggi dan sangat menggiurkan untuk dijalani.

Buat Info - Membangun Usaha Konveksi Menggunakan Strategi Pemasaran Online dan Offline, Serta Analisis SWOT


Dengan semakin banyaknya minat masyarakat untuk menjalani usaha konveksi. Tentu hal ini akan membuat persaingan usaha ini semakin ketat. Sehingga diperlukan strategi pemasaran yang bagus dan instrumen analisis yang tepat untuk membangun dan mempertahankan usaha ini agar tetap berdiri. Pasalnya, tidak sedikit pengusaha konveksi yang tidak memiliki strategi dan analisa yang tepat dalam membangun usahanya, sehingga harus gulung tikar karena kerugian yang dialami cukup signifikan.


Oleh karena itu, penting rasanya untuk memiliki strategi pemasaran dan analisa yang tepat dalam membangun dan mempertahankan usaha konveksi yang akan atau sedang dijalani. Adapun strategi pemasaran dan analisis yang cocok untuk digunakan dalam membangun usaha konveksi ini adalah pemasaran secara online dan offline, serta analisis SWOT. Apa dan bagaimana pemasaran online dan offline, serta analisis SWOT tersebut. Mari kita bahas pada artikel kali ini.

Strategi Pemasaran Offline

Pemasaran offline atau juga disebut dengan pemasaran konvensional merupakan metode transaksi penjualan barang secara langsung yang melibatkan pembeli dan penjual yang bertemu langsung dalam satu tempat dalam upaya melakukan proses transaksi jual beli barang. Dalam melakukan strategi pemasaran secara offline tentu harus bisa memperhatikan dua sundut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang penjual dan pembeli. Dari sudut pandang penjual, hal-hal yang perlu untuk diperhatikan adalah tempat strategis, kualitas produk, dan harga yang kompetitif. Sedangkan dari sudut pandang pembeli/customer adalah kenyamanan, kebutuhan konsumen, dan biaya konsumen.

Dari kedua sudut pandang tersebut harus bisa diperhatikan dan dijalankan oleh pelaku usaha konveksi dalam melakukan pemasaran secara offline. Karena dengan begitu target penjualan akan terpenuhi secara maksimal. Tidak sedikit dari pelaku usaha konveksi yang mengabaikan sudut pandang pembeli tersebut, sehingga produk yang dihasilkan menjadi penghuni tetap ruang gudang alias barang tidak terjual.


Strategi Pemasaran Online

Seiring dengan perkembangan zaman, memperluas juga kesempatan pelaku usaha konveksi untuk melakukan pemasaran produk-produknya secara online, dengan memanfaatkan koneksi internet (website). Website bisa dijadikan sebagai wadah promosi secara online dalam memasarkan produk konveksi seperti baju, kaos, celana, dan lain sebagainya. Dimana yang perlu dilakukan adalah mengisi website tersebut dengan informasi-informasi seperti produk, harga, alamat, dan testimoni customer yang sudah pernah membeli produk dari konveksi itu sendiri.

Selain menggunakan website, pelaku usaha konvensi juga bisa memanfaatkan platform lainnya dari media sosial dalam melakukan pemasaran secara online, seprti facebook, Instagram, dan media sosial lainnya. Karena dengan menggunakan beberapa platform media sosial tersebut, memungkinkan pengusaha konveksi untuk dapat menarik minat orang lain dalam membeli produk konveksinya. Mengingat mayoritas calon customer merupakan pengguna aktif sosial media.

Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan indikator dalam melakukan identifikasi kemungkinan-kemungkin secara sistematis dalam upaya merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini berpatokan pada rasionalitas yang dapat menumbuhkan Kekuatan (Strengths) dan Peluang (Opportunities), selain itu juga bisa meminimalkan Kelemahan (Weakness), dan Ancaman (Threats). Dari keempat kemungkinan tersebut biasanya dikelompokkan ke dalam dua faktor, yaitu faktor eksternal (Opportunities dan Threats), dan faktor internal (Strangths dan Weakness).

Jadi garis besarnya, analisis SWOT ini membantu pengusaha konveksi untuk mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan usahanya, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di kemudian hari. Dengan begitu pelaku usaha konveksi dapat melakukan tindakan antisipatif guna meminimalisir kelemahan dan ancaman. Serta juga bisa memperkuat dan memperluas peluang usaha yang dijalani.

Apapun usaha yang dijalani, jika dibangun dengan strategi pemasaran yang bagus dan analisis yang tepat. Maka dapat dipastikan usaha tersebut akan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Termasuk juga dengan usaha konveksi, produk yang bersifat primer dan strategi serta analisis yang tepat akan memungkinkan usaha yang satu ini menjadi usaha yang sangat menguntungkan bagi pelakunya.

Demikianlah informasi mengenai membangun usaha konveksi dengan strategi pemasaran online dan offline, serta analisis SWOT. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua khususnya bagi mereka yang sedang atau akan menjalani usaha konveksi.

0 komentar