Pandangan 8 Ulama Tentang Pancasila

Buat Info - Pandangan 8 Ulama Tentang Pancasila

1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila, pasca diselenggarakannya rapat Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKPKI) pada tanggal 29 Mei 1945. Pada rapat tersebut presiden pertama Ir. Soekarno, dalam pidatonya menyampaikan rumusan dasar negara sebagai pedoman negara yang hingga sampai saat ini dikenal dengan Pancasila.


Pasalnya, pidato yang disampaikan pada rapat tersebut tanpa ada persiapan sebelumnya. Namun diketahui bahwa sebelum merumuskan dasar negara tersebut, Ir. Soekarno meminta pertimbangan ke beberapa Ulama besar di Indonesia. Makanya tidak heran jika beberapa Ulama besar memiliki pandangan positif tentang Pancasila.

8 Tokoh Ulama Indonesia

Lantas siapa sajakah Ulama-ulama tersebut, dan bagaimana pandangan mereka tentang Pancasila akan kita bahas di bawah ini:

1. KH. Hasyim Asy’ari
KH. Hasyim Asy’ari merupakan pendiri oraganisasi Islam tersbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama, sekaligus pahlawan nasional Indonesia. Salah satu bentuk perjuangan KH. Hasyim Asy’ari untuk bangsa Indonesia adalah turut aktif dalam perjuangan membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang yang seruannya dikenal dengan Resolusi Jihad.

Pandangannya tentang Pancasila: Agama dan nasionalisme itu adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme merupakan bagian dari Agama dan kedudukannya sama-sama menguatkan.


2. KH. As’ad Syamsul Arifin
KH. As’ad Syamsul Arifin adalah pendiri pesantren Salafiyah di Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo. Beliau merupakan salah satu Ulama besar yang juga merupakan tokoh dari organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Hampir sama dengan pendiri Nahdlatul Ulama, perjuangan KH. As’ad Syamsul Arifin untuk bangsa Indonesia adalah turut serta turun gunung untuk mengusir penjajah Jepang dari Indonesia. Selain itu, beliau juga menjadi penyambung lidah KH. Kholil Bangkalan kepada KH. Hasyim Asy’ari.

Pandangannya tentang pancasila: Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia. Harus ditaati, harus diamalkan, harus tetap dipertahankan, dan harus terus dijaga.


3. KH. Achmad Shiddiq
KH. Achmad Shiddiq merupakan Rais Am PBNU dan aktif dalam Gabungan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Jember. Sama halnya dengan Ulama besar di atas. KH. Acmad Shiddiq juga turut andil dalam memperjuangkan bagsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Pada saat itu, beliau bergabung ke dalam barisan pejuang Mujahidin untuk melakukan agresi militer dalam upaya mempertahankan bangsa Indonesia.

Pandangannya tantang Pancasila: Pancasila dan Islam adalah hal yang sejalan dan saling menunjang satu sama lainnya. Keduanya tidak bertentangan dan jangan dipertentangkan.


4. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
KH. Abdurrahman Wahid atau yang familiar dengan sapaan Gus Dur, merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu KH. Hasyim Asy’ari. Selain itu beliau juga merupakan Presiden Indonesia yang ke Empat, terhitung dari tahun 1999 sampai dengan 2001. Sama halnya dengan Ulama-ulama yang lain, perjuangan Gus Dur untuk bangsa Indonesia masih bisa kita rasakan sampai dengan saat ini. Dimana beberapa perjuangan Gus Dur untuk Indonesia diantaranya adalah kesejahteraan PNS, merawat paham kebangsaan di tubuh NU sebagai jembatan dengan bagian lain bangsa Indonesia, dan masih banyak lagi bentuk perjuangan lainnya yang beliau lakukan bagi bangsa ini.

Pandangannya tentang Pancasila: Pancasila bukan Agama, tidak bertentangan dengan Agama, dan tidak bisa menggantikan kedudukan Agama.


5. KH. Bisri Syamsuri
KH. Bisri Syamsuri yang juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama dan pendiri Pesantren Denanyar, Jombang. Terdapat beberapa fakta yang menyebutkan bahwa KH. Bisri Syamsuri merupakan salah satu tokoh pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang, Beliau bergabung dan menjadi ketua Markas Pertempoeran Hizbulloh Sabilillah (MPHS) untuk mempertahankan Negara Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pandangannya tentang Pancasila: Sekarang saya sudah mengerti apa itu Pancasila. Sekarang bila ada orang Indonesia, orang Islam, orang NU yang anti Pancasila maka berarti dia anti kepadaku.


6. KH. Hasyim Muzadi
KH. Hasyim Muzadi merupakan salah satu tokoh Islam di Indonesia yang juga merupakan tokoh organisasi Islam Nahdlatul Ulama, serta pernah ditunjuk sebagai Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2015.

Pandangannya tentang Pancasila: Pancasila bukan Agama, tetapi tidak bertentangan dengan Agama. Pancasila bukan jalan, tetapi titik temu antar banyak perbedaan. Beda Agama, beda suku, beda bahasa dan budaya, hanya Pancasila yang dapat menyatukan perbedaan tersebut.


7. KH. Maimun Zubair
KH. Maimun Zabair atau yang angkrap disapa Mbah Moen, merupakan Ulama serta politikus ternama di Indonesia. Jadi selain mengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, beliau juga aktif dan menjabat sebagai ketua majelis Syariah partai persatuan pembangunan (PPP).

Pandangannya tentang Pancasila: PBNU mengingatkan kita kepada 4 (empat) pilar yang patut kita jaga. Dimana 4 pilar tersebut adalah P itu Pancasila, B itu Bhennika tunggal ika, N itu NKRI, dan U itu Undang-undang 1945 yang harus kita ketahui dan kita jaga.


8. KH. Wahab Hasbulloh
KH. Wahab Hasbulloh dikenal juga sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama setelah KH. Hasyim Asy’ari. Beliau dikenal sebagai Ulama dengan pandangan modern dan pelopor kebebasan berfikir di kalangan umat Islam Indonesia. Selain itu, Beliau juga dikenal sebagai tokoh nasional pendiri gerakan pemuda Islam dan GP Ansor. Hampir sama dengan KH. Hasyim Asy’ari, Beliau juga turut aktif dalam melawan penjajah Jepang dengan menjadi panglima Laskar Mujahidin (Hizbulloh), pada kala itu.

Pandangannya tentang Pancasila: Tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna selain dari pada persatuan. Dan persatuan itu ada pada Pancasila yang harus kita jaga.

Tidak ada komentar untuk "Pandangan 8 Ulama Tentang Pancasila"

Berlangganan via Email