Ketahui Dampak Buruk Sifat Pemarah Bagi Kesehatan

Buat Info - Ketahui Dampak Buruk Sifat Pemarah Bagi Kesehatan
Buatinfo.com


Pada dasarnya semua orang terlahir dalam keadaan yang bersih, termasuk bersih dari sifat-sifat yang buruk. Namun seiring dengan berjalannya waktu, lingkungan akan membawa perubahan pada hidup manusia, termasuk dengan perubahan sifat. Ada yang baik, penyayang, penyabar, dan tak jarang pula ada yang temperament atau pemarah.


Dari semua bentukan sifat akibat campur tangan lingkungan tersebut, tentunya memiliki dampak tersendiri baik bagi lingkungan sekitar atau pun bagi kesehatan. Dan pada kesempatan kali ini, koneksi informasi akan membahas dampak buruk sifat pemarah bagi kesehatan manusia. Apa saja dampak buruknya?. Dibawah ini akan kita kupas tuntas.

[Baca Juga: Cara Mudah Menghilangkan Cemas yang Berlebih]

Penyakit Yang Muncul Akibat Sifat Pemarah Atau Temperament

Dilansir dari berbagai sumber pilihan, berikut ini dampak buruk sifat pemarah bagi kesehatan yang perlu kita ketahui:


1. Luka lambung

Luka lambung atau dikenal juga dengan istilah tuka lambung, biasanya disebabkan oleh meningkatnya cairan asam dalam lambung yang berlebih. Dr. A. Supratiknya dalam bukunya “Mengenal Perilaku Abnormal (2006)”, menyebutkan bahwa luka lambung adalah luka di lambung yang bisa disebabkan oleh emosi nagatif seperti marah dan kecemasan. Karena pada saat dalam kondisi marah, aliran darah dalam tubuh akan meningkat, yang kemudian kondisi ini akan direspon oleh lambung dengan cara mengeluarkan asam lambung yang berlebih.


2. Migrain atau pusing karena tegang (tension-headaches)

Mungkin sebagian besar dari kita pernah mengalami migrain atau pusing pasca emosi atau marah-marah. Karena sebagian besar keluhan, baik itu migrain atau pusing berkaitan dengan ketegangan emosi. Namun dari kedua penyakit tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Berikut ini perbedaan antara migrain dan pusing karena tegang:

- Migrain

Migrain merupakan gejala pusing yang sangat nyeri yang bisa muncul ke siapa saja secara periodic dan relatif lebih sulit untuk disembuhkan. Umumnya gejala migrain dirasakan hanya di salah satu belahan kepala atau otak. Namun bisa juga menyerang seluruh kepala. Dan diketahui bahwa penyebab migrain salah satunya adalah adanya pembesaran pembuluh darah dalam otak akibat ketegangan emosi.

- Pusing

Gejala pusing bisa dialami oleh semua orang baik itu laki-laki maupun perempuan, khususnya bagi mereka yang mengalami stress akibat beban kerja atau yang lainnya. Ketegangan emosi maupun stres dapat mengakibatkan kontraksi otot-otot di sekeliling tengkorak. Kontraksi otot ini pada saatnya dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di sekeliling tengkorak dan menimbulkan gejala pusing. Jadi bedanya antara pusing dengan migrain ada pada titik nyeri di kepala. Jika migrain dirasakan pada belahan kepala, maka pusing dirasakan di sekeliling tengkorak atau kepala.

[Baca Juga: 5 Cara Mudah dan Sederhana Untuk Mengatasi Stress dengan Cepat]

3. Hipertensi

Hipertensi biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah dalam tubuh seseorang akibat dari adanya penyempitan pembuluh darah pada organ dalam. Penyempitan pembuluh darah tersebut salah satunya bisa terjadi karena ketegangan emosi atau marah-marah.

Jadi besar kemungkinan jika memiliki kebiasaan marah atau stress yang berkepanjangan, maka tekanan darah akan meningkat dan berujung pada hipertensi. Sedangkan hipertensi sendiri dapat memicu munculnya sejumlah risiko kesehatan lain yang lebih berbahaya, seperti gagal ginjal, jantung, dan lain-lain.


4. Penyakit jantung

Sebagaimana yang tersebut pada point tiga di atas bahwa salah satu pemicu munculnya penyakit jantung adalah hepertensi. Dan hipertensi sendiri bisa disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah dalam tubuh akibat tegangan emosi atau suka marah-marah.

Orang yang memiliki sifat pemarah, agresif, temperament, gampang frustasi, pemikir, hingga gampang merasa bersalah cenderung lebih mudah terserang hipertensi dan gangguan-gangguan kardiovaskular lainnya, dibanding orang-orang yang memiliki kepribadian sebaliknya. Oleh karena itu, salah satu cara agar bisa terhindar dari penyakit jantung, cobalah untuk lebih santai dan bijak menghadapi segala sesuatunya.


5. Asma

Gangguan kesehatan lain yang bisa disebabkan oleh sifat pemarah adalah gangguan psikosomatik seperti asma atau gangguan pernapasan (sulit bernapas) akibat dari adanya penyempitan jalan pernapasan. 

Sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli psikologis bahwa angguan psikosomatik adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis. Pernyataan tesebut juga didukung dengan adanya bukti-bukti bahwa salah satu penyebab asma yang sering ditemukan adalah gangguan emosi, termasuk sifat pemarah.


6. Memicu risiko stroke

Sebuah studi menemukan bahwa terdapat risiko tiga kali lebih tinggi seseorang mengalami stroke akibat pembekuan darah atau pendarahan di dalam otak selama dua jam setelah ledakan amarah. Umumnya, penderita stroke mengalami hipertensi akibat dari ketidak stabilan emosi. Oleh karena itu, jika anda ingin terbebas dari ancaman risiko stroke, sebaiknya mulai dari sekarang belajarlah untuk mengendalikan emosi.

Cara yang mudah untuk mengendalikan emosi adalah dengan melakukan identifikasi apa saja yang kerap memicu emosi anda, dan kemudian mencari solusi untuk mengubah respons marah tersebut. Ubahlah respons negatif menjadi positif agar lebih tenang menghadapi segala sesuatunya. Selain itu, belajar untuk mengolah pernapasan juga tidak ada salahnya anda lakukan mulai dari sekarang.


7. Menurunkan imunitas tubuh

Dari beberapa penyakit yang tersebut di atas akibat dari sifat pemarah. Bisa ditarik kesimpulan bahwa jika anda terbiasa dengan sifat pemarah dan emosional, maka anda mungkin akan mengalami penurunan imunitas tubuh dan lebih sering merasa sakit.

Dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan Universitas Harvard diketahui bahwa orang sehat dapat mengalami penurunan antibodi immunoglobulin A, hanya dengan mengingat pengalaman marah dari masa lalu. Antibodi imunoglobulin A sendiri merupakan garis pertahanan pertama sel dalam melawan infeksi selama 6 jam. Jadi jika ingin imunitas tubuh anda bagus, maka stop mulai dari sekarang sifat pemarah dalam diri anda.


8. Memicu penuaan dini

Tentunya semua orang ingin terbebas dari risiko penuaan dini, khususnya kaum wanita. Ternyata, sifat pemarah tidak hanya menyebabkan beberapa penyakit seperti yang tersebut di atas. Tetap juka bisa memicu risiko penuaan dini. Melansir Buku Don’t Be Angry Mom (2019) karangan dr. Nurul Afifah, rasa marah juga bisa menegangkan otot-otot di wajah sehingga mengakibatkan keriput.

Selain itu, menyebarnya hormon kortisol akibat marah dapat menyebabkan berkurangnya produksi kolagen pada kulit. Yang mana kolagen ini merupakan bahan utama yang membuat kulit tetap awet muda, kencang, dan kenyal sebagaimana yang diimpikan oleh kaum wanita.


Begitu banyak bukan dampak buruk yang disebabkan oleh sifat pemarah bagi kesehatan kita. Jadi mulai sekarang belajarlah untuk merubah respons negatif menjadi positif. Hal itu adalah salah satu upaya untuk tetap menjaga kesehatan kita sendiri.

[Baca Juga: Cara Sehat dengan Berpikir Positif]

Demikianlah informasi tentang dampak buruk sifat pemrah bagi kesehatan. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kita akan pentingnya untuk tetap berfikir positif agar dapat mengurangi tingkat emosional kita. Jangan lupa share dan comment, karena berbagi itu indah.

Tidak ada komentar untuk "Ketahui Dampak Buruk Sifat Pemarah Bagi Kesehatan"

Berlangganan via Email