KEPEMIMPINAN: Tipe Kepemimpinan, Fungsi dan Tujuan Kepemimpinan

Buat Info - Kepemimpinan: Tipe, Fungsi, dan Tujuan Kepemimpinan


BuatInfo.com - Kepemimpinan secara definisi merupakan sebuah proses kegiatan memimpin dalam bentuk perintah, mengarahkan, menginstruksi, dan menasehati. Selain itu, kepemimpinan juga merupakan proses kegiatan mengontrol dalam bentuk pengawasan, mempegaruhi pikiran dan tingkah laku bawahannya agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.


Kepemimpinan sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Kepemimpinan yang dilakukan secara langsung biasanya dilakukan melalui kontak pribadi antara satu orang dengan orang lainnya secara tatap muka melalui kata-kata secara lisan. Sedangkan kepemimpinan tidak langsung adalah upaya mempengaruhi melalui suatu karya pemikiran yang dituangkan dalam bentuk buku atau karya lainnya.


Keberhasilan seorang pemimpin tergantung dari pada kemampuan orang tersebut dalam membina hubungan komunikatif dengan bawahannya. Hubungan antara pemimpin dengan bawahannya akan terlihat dalam bentuk pola, dan menggambarkan tipe kepemimpinan seseorang. Menurut teori aliran psikologi behaviorisme, titik perhatian kepemimpinan adalah hubungan kelompok, cara berinteraksi, dan kepuasan bawahan. Berangkat dari teori tersebut, maka muncul beberapa tipe kepemimpinan yang umum terlihat. Dan beberapa tipe tersebut akan kita bahas selengkapnya pada artikel kali ini.

[Baca Juga: Prinsip Dasar Seorang Pemimpin]

Tipe Kepemimpinan

Seperti yang tersebut di atas bahwa berangkat dari teori aliran psikologi behaviorisme, bentuk kepemimpinan terbagi ke dalam beberapa tipe yang kesemuanya memiliki dampak keberhasilan dan kegagalan masing-masing. Adapaun beberapa tipe yang dimaksud diantaranya adalah:

1. Tipe Otoriter

Tipe kepemimpinan otoriter lebih berorientasi pada perintah atau tugas-tugas. Dimana orang yang dipimpin hanya boleh menjalankan perintah tanpa bisa berperan atau berkontribusi aktif secara pemikiran. Tipe kepemimpinan ini hanya melihat bawahannya sebagai mesin yang dapat digerakkan sesuai dengan keinginannya.


Dalam lingkup organisasi, seorang pemimpin dengan tipe kepemimpinan otoriter cenderung menganggap organisasi sebagai milikinya sendiri. Sehingga bertindak sebagai sosok diktator yang menganggap bawahannya sebagai alat untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya, serta tidak mau dikritik maupun menerima saran dan pendapat dari orang lain.

[Baca Juga: Kebiasaan Pemimpin yang Gagal]

2. Tipe Persuatif

Tipe kepemimpinan yang kedua adalah persuatif. Tipe yang satu ini berorientasi pada hubungan dan komunikasi. Artinya, pemimpin dengan tipe persuatif cederung mengedepankan hubungan dan komunikasi yang baik dengan bawahannya dalam mencapai suatu tujuan tertentu.


Pemimpin dengan tipe persuatif akan terus melakukan pendekatan kepada bawahannya, dan menganggap bawahannya sebagai bagian dari organisasi yang patut pula untuk diperhatikan dan didengarkan baik kritik maupun saran pendapatnya.


3. Tipe Laizess Faire

Tipe kepemimpinan ini cenderung sebatas simbolik saja. Artinya, dalam suatu organisasi memang ada sosok pemimpinnya, tapi dalam mengambil keputusan atau kebijakan diserahkan semuanya pada bawahannya. Jadi secara praktis pemimpin tidak memimpin, hanya sekedar melihat atau jadi penonton saja.


Biasanya, tipe pemimpin ini cenderung tidak memiliki kelebihan, melainkan banyak kelemahan. Diantara kelemahannya adalah minim keterampilan secara tekhnis, tidak ada wibawanya, tidak dapat mengontrol bawahan, tidak dapat berkoordinasi dengan baik, dan tidak dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif. Sehingga organisasi yang dipimpin oleh orang dengan tipe kepemimpinan ini tidak akan pernah mencapai tujuan yang diinginkan.


4. Tipe demokratif

Tipe kepemimpinan demokratif hampir sama dengan tipe persuatif, yaitu berorientasi pada hubungan. Segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan bukanlah hasil dari hasil pemikiran pemimpin itu sendiri, melainkan hasil dari kesepakatan bersama antara pimpinan dan bawahan.


Pemimpin dengan tipe ini cenderung sering turun ke bawah untuk mencari dan mendengarkan pendapat sebagai dasar pembuatan kebijakan. Namun begitu, tipe kepemimpinan ini tidak sama Degnan tipe laissez faire di atas. Tipe demokratif masih memiliki batasan antara pemimpin dan bawahan guna mencapai sebuah tujuan.


5. Tipe Administratif

Tipe kepemimpinan administratif adalah tipe kepemimpinan yang secara kemampuan dapat menyelesaikan tugas administrasi dengan baik. Biasanya, untuk tipe kepemimpian yang satu ini ditempati oleh mereka yang memiliki kemampuan dalam menghadapi dinamika perkembangan modernisasi. Sehingga dapat tercipta sistem administrasi yang efesien sesuai dengan perkembangan zaman.

[Baca Juga: 2 Tipe Kepemimpinan]

Namun, kelemahan dari pemimpin dengan tipe ini adalah tidak bisa terjun langsung untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di lapangan secara langsung.


Fungsi Kepemimpinan

Fungsi kepemimpinan dalam suatu manajemen organisasi sangatlah dibutuhkan, karena hal tersebut berkaitan dengan nilai dan keberhasilan tujuan organisasi itu sendiri. Tentunya, suatu organisasi akan tumbuh berhasil jika terdapat satu sosok pemimpinan yang mendominasi terhadap kelompok lainnya. Untuk lebih jelasnya tentang fungsi kepemimpinan, adalah sebagai berikut:

1. Menyusun strategi guna mencapai tujuan organisasi.

2. Berorientasi pada proses kerja secara team.

3. Untuk memperhatikan sumber-sumber yang dimiliki, serta mengambil langkah terbaik untuk memanfaatkannya.

4. Melakukan evaluasi untuk terus melakukan improvement.

5. Menjadi tangguh dalam menghadapi kegagalan.

6. Menciptakan dan menerapkan budaya kerja yang positif.


Tujuan Kepemimpinan

Kepemimpinan memiliki fokus perhatian terhadap visi ke depan suatu organisasi dan mengembangkan strategi yang lebih baik untuk perubahan di masa depan. Menurut Kotter (1996), Kepemimpinan sendiri menekankan pada hasil jangka panjang (long term result). Sehingga ketepatan strategi dalam mencapai visi merupakan titik perhatian kepemimpinan.


Oleh karena itu, Kepemimpinan memiliki beberapa tujuan, dimana tujuan tersebut meliputi tujuan organisasi, kelompok, dan pribadi. Adapun yang dimaksud dengan tujuan tersebut adalah:

1. Tujuan Organisasi

Tujuan yang pertama ini dimaksudkan adalah untuk memajukan organisasi. Sehingga organisasi bisa mencapai visi dan misi yang telah direncanakan.


2. Tujuan Kelompok

Tujuan yang kedua adalah tujuan kelompok. Tujuan kelompok dimaksudkan untuk menanamkan tujuan terhadap kelompok agar apa yang menjadi tujuan kelompok itu sendiri bisa segera tercapai.


3. Tujuan Pribadi

Tujuan yang terakhir dari kepemimpnan adalah tujuan pribadi. Yang dimaksud dengan tujuan pribadi disini adalah untuk mengembangkan potensi, baik potensi pribadi anggota maupun pemimpin itu sendiri. Adapun metode pengembangannya bisa dengan cara pelatihan, dan penyuluhan bagi anggota. Sedangkan bagi pemimpinan adalah dengan memberikan kesempatan dalam tugasnya untuk mempengaruhi, mengawasi, dan memotivsi anggotanya.


Nah itulah sekilah informasi tentang definisi kepemiminan, tipe, fungsi, serta tujuan dari kepemimpinan itu sendiri. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu bagi kita semua. Jangan lupa share dan comment jika informasi di atas dirasa bermanfaat bagi khalayak umum, karena berbagi itu indah.

Tidak ada komentar untuk "KEPEMIMPINAN: Tipe Kepemimpinan, Fungsi dan Tujuan Kepemimpinan"

Berlangganan via Email