Perlukah HRD Memahami Matetika dan Statistika?

Pentingnya HRD Memahami Matematikan dan Statistika


BuatInfo.com - Mungkin tidak jarang kita mendengar beberapa alasan praktisi HRD memilih untuk fokus di pekerjaan tersebut. Dimana salah satu dari beberapa alasan yang sering muncul adalah untuk menghindari pekerjaan yang ada unsur Matematika dan Statistikanya. Mungkin alasan tersebut kurang begitu relevan dengan apa yang terlihat di lapangan.


Tentunya anggapan bahwa praktisi HRD bisa terhindar dari kerumitan Matematika dan Statistika adalah anggapan yang bisa saja keliru. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini buatinfo.com akan membahas tentang perlunya praktisi HR untuk memahami matematika dan statistika.


Tugas HRD

Tuntutan pekerjaan yang menjadi tugas HRD tentunya tidak hanya sebatas develop karyawan saja. Melainkan juga terdapat unsur hitung-hitungan yang notabene merupakan bagian dari matematika dan statistika. Dimana beberapa tugas HRD yang tidak bisa lepas dari Matematika dan Statistika adalah sebagai berikut:


1. Biaya tenaga kerja mau tidak mau merupakan bagian terbesar dari laporan laba dan rugi. Tidak jarang praktisi HRD diminta dan diharapkan mampu untuk menghitung dampak dari berbagai praktek penerapan penggajian, praktik perbaikan atau program kerja.  Lebih lanjut, HR juga harus mengetahui data keuangan dan bagaimana praktik SDM mempengaruhi langkah-langkah yang dilakukan organisasi tersebut secara signifikan.


2. Menghitung dan menyediakan rencana program untuk bagaimana meningkatkan produktivitas kerja.


3. Pemodelan FTE (Full Time Employee Equivalent) yang dapat memperhitungkan fluktuasi dari FTE ini menunjukkan apakah suatu departemen berada di bawah atau di atas suatu standard produktivitas.


4. Menghitung dampak jangka panjang dari perubahan praktik system balas jasa tertentu.


5. Menghitung sebelum dan sesudah pengaruh perampingan organisasi atau transisi bisnis lainnya.


6. Menerapkan statistik probabilitas untuk melakukan analisis prediktif, lebih jauh lagi menggunakan machine learning dan intelegensi buatan untuk mempermudah pengambilan keputusan dengan meminimalisasi bias.

[Baca Juga: Mengenal HSE Officer dan Tugas-tugasnya]

Mungkin banyak sebagian dari kita yang beranggapan bahwa tugas-tugas di atas adalah merupakan bagian dari tugas manajemen keuangan. Mengharapkan manajer keuangan atau profesionalnya untuk melakukan semua Analisa matematika adalah jangka pendek.


Profesional HRD adalah ahli dalam mengelola modal manusia. HRD lebih dari sekadar mengelola spreadsheet dengan excel dan dapat melihat pertimbangan peraturan, lingkungan, atau tenaga kerja. Memiliki keterampilan ini maka HRD harus dapat bermitra dengan fungsi keuangan untuk memastikan akurasi data dan penyelarasan fungsi-fungsi keuangan jangka panjang untuk menemukan solusi organisasi yang efektif.


Sangat dapat dimengerti, banyak yang pusing tujuh keliling untuk mengerti aljabar di sekolah menengah, atau kuliah statistika yang menjemukan di semester awal. Namun demikian, diharapkan professional HRD dapat mengingat kembali, merefresh kembali pelajaran matematika dan statistika, karena saat ini pertanyaan seperti berikut ini umum diajukan kepada profesional HRD:

  • Jika 10% dari karyawan kami mendaftar dalam program rencana manfaat kesehatan atau pensiun maka perlu berapa biaya tambahan untuk aspek tenaga kerja dikemudian hari?
  • Jika omzet kami meningkat 5%, berapa biaya tenaga kerja yang dibutuhkan apakah mungkin melakukan optimasi atau tidak?
  • Berapa gaji tenaga kerja dan biaya manfaat kita jika kita memberhentikan 5% dari tenaga kerja kita? Berapa penghematan tahunan dibandingkan dengan tahun fiskal saat ini?
  • Jika kita menerapkan praktik pembayaran bonus berbasis kinerja, berapa biaya tahunannya? Bagaimana laba atas investasi itu? Seberapa cepat kita melihat manfaatnya?


Jika kita sebagai praktisi HRD tidak menguasai Matematika dan Statistika, lantas jawaban apa yang akan kita berikan untuk beberapa pertanyaan di atas? Organisasi yang sukses membutuhkan sumber daya manusia untuk menjadi ahli strategi mengelola modal manusia dengan matematika sebagai keterampilan yang mendasarinya. Tidak ada cara lain tentang hal itu. Jika Anda seorang mahasiswa di universitas yang ingin menjadi praktisi HRD, perhatikan kelas matematika dan statistika yang anda ikuti dengan sungguh-sungguh sejak dari sekarang.


Nah itulah informasi tentang pentingnya praktisi HRD memahami matematikan dan statistika dalam menjalankan fungsi dan tugas-tugasnya sebagai pengelola sumber daya perusahaan yaitu karyawan. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat serta menambah pembedaharaan ilmu kita semua.


Jangan lupa share artikel di atas agar orang lain juga dapat merasakan manfaatnya. Dan jika dirasa ada tambahan informasi terkait isi dari artikel ini, silahkan tambahkan pada kolom comment di bawah. Terima kasih.

Tidak ada komentar untuk "Perlukah HRD Memahami Matetika dan Statistika?"